Showing posts with label Fatwa. Show all posts
Showing posts with label Fatwa. Show all posts

Komnas HAM: Polri Jauh Panggang dari Api

Written By roinah on Monday, August 24, 2009 | 4:25 AM

Senin, 24 Agustus 2009 12:00

Jakarta, NU Online
Rencana aparat kepolisian memantau dakwah Ramadhan terus menuai polemik dan menimbulkan keresahan di tengah publik. Rencana tersebut dinilai melanggar hak kultural masyarakat muslim Indonesia. Langkah ini dianggap sebagai 'jauh panggang dari api'.

Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Baso menyayangkan rencana polri melakukan pemantauan dakwah ramadhan terkait upaya antiteror oleh kepolisian. Menurutnya,selain salah kaprah, langkah tersebut juga mengingatkan pada era ore baru atas upaya screening terhadap setiap materi dakwah dan para penceramah.

"Sebenarnya langkah itu jauh panggang dari api. Karena persoalan teror tidak ada hubungannya dengan Ramadhan atau dakwah. Teror itu tidak terbuka keluar seperti dakwah pada umumnya," terang Baso.

Lebih lanjut Baso menjelaskan, teror tidak memiliki korelasi dengan dakwah, sehingga tidak mungkin kepolisian mengendusnya dengan melakukan pengintaian terhadap pelaksanaan dakwah itu sendiri.

"Mestinya yang diendus adalah provokasinya. Jangan semua aktivitas dakwah diendus, karena itu melanggar dari privacy dan hak kultural umat Islam," tandas Baso. (min)
4:25 AM | 0 comments | Read More

MUI Tidak Setujui Pembangunan Masjid dengan Meminta-minta

Senin, 24 Agustus 2009 15:02

Jakarta, NU Online
Peminta sumbangan masjid atau pembangunan pondok pesantren dengan membawa kotak amal kerap kali ditemui di jalan-jalan. Lalu, apabila kita berikan sumbangan kepada mereka bisakah dibenarkan?

Menurut Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Ibrahim, MUI tidak menyetujui permohonan sumbangan dengan dalih untuk pembangunan masjid maupun pondok pesantren yang marak dilakukan di angkutan umum ataupun di jalan-jalan.

"Sumbangan mesjid atau pondok pesantren di jalan nggak pernah kita setujui. Itu sudah lama, sejak beberapa tahun lalu," kata Anwar, Ahad (23/8).

Menurut Anwar, hal serupa juga tidak disetujui oleh MUI dimanapun. Hal ini dikarenakan ajaran Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk meminta-minta.

"Rasulullah mengatakan lebih baik tangan di atas dari pada tangan di bawah. Kalau ada yang meminta sumbangan seperti itu, ya itu salah kita sendiri, padahal kita punya kemampuan untuk bisa membangun itu," ungkapnya.

Indonesia, kata Anwar, seharusnya mencontoh negara-negara muslim lainnya dengan membangun fasilitas keagamaan melalui Departemen Wakaf. Dicontohkan dia, Mesir bahkan membangun pusat dakwah Universitas Al-Azhar melalui wakaf. (min)
4:24 AM | 0 comments | Read More

NU: Kuis Premium Call adalah Judi

NU: Kuis Premium Call adalah Judi
Senin, 24 Agustus 2009 16:24

Surabaya, NU Online
Menang kuis berhadiah tentu menyenangkan. Apalagi menjelang Lebaran. Namun harap hati-hati dengan kuis berhadiah melaui SMS atau SMS Premium Call di televisi selama Ramadhan. NU menetapkan kuis semacam itu adalah judi.

"Itu karena harga normal SMS hanya Rp 150, tapi dijual Rp 2.000, lalu kelebihannya dijadikan hadiah," kata Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar di Surabaya, Senin (24/8).

Menurut pengasuh Pesantren Miftachussunnah, Kedungtarukan, Surabaya itu, hadiah yang menggiurkan seperti mobil atau haji membuat banyak orang yang tertarik dengan keberuntungan itu.

"Cara seperti itu merupakan judi, karena ada unsur untung-untungan dan ada unsur tipuan, karena pengelola SMS itu pasti untung lebih besar lagi hingga miliaran rupiah," katanya.

Bahkan, katanya, bila fasilitas premium call itu digunakan menjawab kuis, maka ada uang yang masuk ke penyelenggara kuis, karena untuk menjawab kuis dibutuhkan waktu 3 menit. Ia menilai televisi selama Ramadhan merupakan media massa yang patut disikapi secara hati-hati, karena bila tidak mampu menahan diri, akan membuat orang yang berpuasa tidak berzikir. (min)
4:23 AM | 0 comments | Read More